Entah sudah berapa pekan ku lalui
Terbunuh Sepi
Hampa dan Sunyi
Berulang kali lewati kejamnya hari
Tapi kini, ku beranikan lagi kaki ini tuk melangkah
Tuk jalani hari seperti sedia kala
Setelah hilangnya mimpi indah
Dan malah berujung duka
Lihatlah disekitarmu
Nikmatilah deru angin yang seru
Yang membawamu kembali jalani hari
Yang membuatmu semangat lagi gapai yang kau ingin
Ku sadari diri ini objek
Kelinci percobaan dari suka dan duka
Tergantung bagaimana bisa kau melawannya
Atau malah menikmati alurnya
Ketika diri ini sedang bersiap kembali
Membangun kembali pondasi yang telah runtuh
Seketika halang rintang datang menghalangi
Menciutkan kembali jiwa yang telah lama mati
Kau memberikan nafas baru
Kau membangunkanku dari koma ku
Kau bagaikan hujan basahi hati yang gersang
Namun ku tak boleh cepat berekspetasi
Tubuh ini masih prematur
Masih mudah terombang ambing
Masih mudah diterpa badai
Bagaikan bunga akan layu sebelum tumbuh
Kini hanyalah waktu yang akan menjawab
Akankah bermetamorfosis menjadi bahagia
Atau tenggelam di senja kehidupan
No comments:
Post a Comment